pariwisata kabupaten malang

Menu

Dana Cukai Baru Terserap 80 %

  Dibaca : 145 kali
Dana Cukai Baru Terserap 80 %
KARYA BHAKTI : Para anggota dari Koramil 27 Lawang bersama anggota Polri Polsek Lawang saat membersihkan taman makam pahlawan yang ada di Lawang

* Disalurkan Melalui SKPD

Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Malang sepanjang 2015 berjumlah Rp 58 miliar. Menurut Walikota Malang, HM Anton, di tahun 2015 penggunaan DBHCHT baru terserap 80 persen.

HM Anton, Walikota Malang.

HM Anton, Walikota Malang.


“Penggunaannya disalurkan melalui SKPD yang ada,” jelas Anton kepada wartawan usai menghadiri coffee morning dalam rangka Refleksi Kinerja KPPBC Tipe Madya Cukai Malang 2015 dan Arah Kebijakan Pemerintah di Bidang Cukai Tahun 2016, di Hotel Atria Malang.

Anton mengatakan, angka sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) pada 2015 lalu berada dikisaran 20 persen dari anggaran Rp 58 miliar.

Kendala serapan tersebut disebabkan karena hibah dalam bentuk barang sulit untuk direalisasikan, selain itu, pemberian hibah yang mensyaratkan penerimanya harus berbadan hukum juga menjadi kendala serapan DBHCTH di 2015.

Ia melanjutkan di 2016, pemanfaatan DBHCTH mendapatkan angin segar karena pemerintah daerah diberi keleluasaan pengelolaan dana sharing cukai dari yang sebelumnya hanya terbatas pada lima bidang yang meliputi peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan pemberantasan barang kena cukai ilegal, meluas ke beberapa bidang, salah satunya diperbolehkan peruntukannya ke pembangunan infrastruktur.

“Pembatasan menyebabkan serapan DBHCTH tidak bisa maksimal karena SKPD masih takut untuk memanfaatkan dana tersebut. Namun dengan adanya peraturan baru dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang penggunaannya diperluas, maka kita bisa memanfaatkan DBHCTH ke 12 SKPD yang ada,” urai Anton.

Ia menambahkan, untuk DBHCTH tahun ini dianggarkan Rp 60 miliar, namun penyalurannya sampai saat ini menunggu SK dari Menteri Keuangan.

Diketahui, sebanyak Rp 16,26 triliun pendapatan cukai dikumpulkan KPPBC Tipe Madya Cukai Malang dengan dominasi sektor tembakau. Di wilayah KPPBC Tipe Madya Cukai Malang terdapat 104 perusahaan rokok yang dibagi menjadi tiga golongan, yaitu CV, PT dan PR.

Dari 104 perusahaan rokok itu, ada lima perusahaan tertinggi yang berkontribusi terhadap pendapatan cukai, yakni PT PDI Tresno dengan nilai cukai Rp 7,069 triliun, PT Subur Aman senilai Rp 2,4 triliun, PT Gandum sebesar Rp 647,7 miliar, HM Sampoerna Tbk Rp 588,87 miliar dan PR Jaya Makmur sebesar Rp 588,3 miliar.

Penghargaan kepada lima perusahaan belanja cukai terbesar itu diserahkan langsung oleh Walikota Malang, HM Anton. Pada kesempatan itu, KPPBC TMC Malang juga menyerahkan penghargaan untuk perusahaan paling tertib administrasi yang jatuh pada PR Trubus Alami.

“Kriteria untuk perusahaan tertib administrasi salah satunya adalah ketertiban dalam menyampaikan laporan produksi barang kena cukai,” rinci dia.

Kriteria penilaian tertib administrasi lain adalah presentase realisasi permohonan penyediaan pita cukai dan pemanfaatan aplikasi cukai online dilihat dari pemanfaatan aplikasi-aplikasi cukai dengan maksimal. (*/ve)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional