pariwisata kabupaten malang

Menu

Kecamatan Tumpang Banyak Potensinya

  Dibaca : 763 kali
Kecamatan Tumpang Banyak Potensinya
KARYA BHAKTI : Para anggota dari Koramil 27 Lawang bersama anggota Polri Polsek Lawang saat membersihkan taman makam pahlawan yang ada di Lawang

Seperti daerah-daerah lain yang memiliki asal usul. Konon nama Tumpang berasal dari ditemukannya batu besar yang menumpang di atas batu kecil. Orang-orang pada saat itu menyebutnya “watu numpang” atau singkatnya “tumpang”. Jika anda mampir ke daerah ini anda masih bisa menemui tanda tersebut di depan masjid Al Huriyah Tumpang. Ada sebuah Batu besar yang menempel di atas batu kecil. Tapi batu ini adalah batu buatan beberapa tahun lalu.

Pintu gerbang masuk ke Kecamatan Tumpang

Pintu gerbang masuk ke Kecamatan Tumpang


Dengan luas 7.029 Ha, Tumpang dikenal sebagai sentra padi “Ganjarawe” yang menghasilkan “Beras Tumpang”. Jumlah penduduk Tumpang kurang lebih 71.985 jiwa yang terdiri dari 35.507 laki-laki, dan 36.478 perempuan. Kecamatan Tumpang mempunyai potensi dan produk unggulan di bidang pertanian, perkebunan, industri, dll.

Tumpang terletak di daerah yang strategis untuk menuju obyek-obyek wisata. Tumpang merupakan satu-satunya jalan dari arah barat untuk menuju ke gunung Bromo dan Semeru.

Tumpang memiliki beberapa tempat wisata. Pohon beringin di Tumpang (1900-1920) merupakan pusat keramaian. Di tempat ini dijadikan terminal mobil antar kota/kecamatan dan juga pasar. Tempat wisata yang lain adalah Agro Wisata, terletak di desa Duwet.

Wisata air juga tersedia di Tumpang. Terdapat Air Terjun Sumber Pitu yang terletak di desa Duwet Krajan. Air Terjun Coban Cindhe, terletak di desa Benjor. Pemandian Sumberingin, terletak di Wringinsongo. Selain wisata air, ada juga candi-candi di Tumpang yang dijadikan sebagai tempat wisata. Candi Jajaghu (Jago), terletak di Tumpang, dan Candi Kidal, terletak di desa Kidal.

Potensi daerah yang dimiliki Tumpang adalah sebagai daerah pertanian yang subur, sumber daya manusia yang luarbiasa, banyak memiliki peninggalan nilai-nilai sejarah dan dudaya. Tumpang juga merupakan daerah penyangga kota Malang bagian timur yang siap berkembang pesat. Tumpang sebagai akses jalan menuju Taman Nasional Bromo, Tengger, dan Semeru.

Transportasi menuju ke Tumpang tidaklah sulit. Hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari atau ke Bandara Udara Abd. Saleh. Dahulu di Tumpang ada jalur kereta api Tumpang-Malang, namun sekarang rel kereta tersebut sudah tertutup aspal baru. Saat ini sudah banyak angkutan umum dari Tumpang ke wilayah lain di Malang atau sebaliknya. Sehingga jika ingin berkunjung ke Tumpang kita tidak perlu mengkhawatirkan persoalan transportasi.(*/ve)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional