pariwisata kabupaten malang

Menu

Kasus Pencabulan Siswa SMP Demi Cinta Rela Jadi Mualaf

  Dibaca : 425 kali
Kasus Pencabulan Siswa SMP Demi Cinta Rela Jadi Mualaf

Demi cinta, Lelisia Alkristi (15) yang masih bertatus siswa SMP( Sekolah Menengah Pertama) Kristen yang ada di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Rela menjadi mualaf setelah resmi dinikahi pelaku pemerkosaan terhadap dirinya Ali Firdaus (21) warga Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir. Dihadapan Kepala KUA Wagir.

Keduanya melaksanakan ikatan pernikahan diruang Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang dipimpin Kepala KUA Wagir, Musliq. Kepada Memo Musliq mengatakan, “ Awalnya kami menolak pernikahan Ali dan Leli. Melihat Leli baru 15 tahun dan dianggap belum cukup umur untuk menikah.

Dijelaskan lagi olehnya,” Karena ada pertimbangan dari pihak keluarga yang mengajukan dispensasi ke Pengadilan Agama (PA). Surat dispensasi dari PA itulah yang menjadi dasar KUA berani menikahkan keduanya.

Leli sendiri beragama Nasrani, tapi dalam proses pernikahan mengenakan cara Islam, secara otomatis Leli telah menjadi seorang Mualaf. Keluarga Lelipun telah menyetujui perpindahan Agama anakanya dari Kristin ke Islam,”terangnya.

Usai melangsungkan akad nikah, Ali kembali dijeblosan ke ruang tahanan Mapolres Malang. Melihat suaminya kembali keruang tahanan, Leli hanya terdiam saja. Tanpa berkata apa apa.

Tersangka Ali adalah tahanan Polres Malang, sejak November 2015. Ali ditahan dalam kasus pencabulan. Sedangkan Leli adalah korbannya. Informasi yang Memo dapat sebenarnya tersangka sudah menjalin hubungan asmara dengan Leli sejak lama.

Atas perbuatan yang dilakukannya , tersangka mau bertanggung jawab dengan menikahi Leli. Namun tersebut terhalang laporan keluarga Leli ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang.
Selaku Kanit UPPA Polres Malang Iptu Sutiyo mengatakan,” Dasar pernikahan ini, karena orang tua Leli telah mencabut laporan. Namun pernikahan ini tidak otomatis menghentikan proses hukum terhadap Ali.

Kami hanya bisa menyarankan agar keluarga Ali mengajukan penanguhan ke Kapolres Malang. “Karena proses hukumnya masih berjalan, biar nanti pimpinan yang memutuskan,” ujarnya.

Menariknya kasus ini, sebenarnya ada satu pelaku pemerkosaan lainnya berinisial AK (17) Namun karena masih anak-anak, proses hukum AK dihentikan lewat proses diversi.(fik)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional