pariwisata kabupaten malang

Menu

Sekali Gebyar, Raup Ratusan Juta Rupiah

  Dibaca : 520 kali
Sekali Gebyar, Raup Ratusan Juta Rupiah
MOTIVASI : Danramil 14 Turen Kapten Inf Yuyud Hadi Purnomo saat memberikan motivasi kepada anggota Paskibraka tingkat Kecamatan Turen

*Sogukan,Tradisi Warga Malang Selatan

Sogukan, sebuah tradisi hajatan yang dilestarikan sekitar tahun 1960-an di beberapa daerah terpengaruh wilayah Malang selatan. “Nyoguk” adalah prosesi memberikan uang sumbangan, atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah buwuhan. Minggu (10/1) kemarin, Mansur Usman, wartawan Memo X menyaksikan langsung prosesi sogukan di Desa Pringgondani Kecamatan Bantur….

SOGUKAN : Pawai di Desa Pringgondani Kecamatan Bantur

SOGUKAN : Pawai di Desa Pringgondani Kecamatan Bantur


Ada prosesi unik dari tradisi sogukan, yaitu diiringi alunan gending dan musik dengan berpakaian adat Madura. Sepintas kita dibuat terperangah menyaksikan tradisi budaya ini. Betapa tidak, dari deretan barisan itu juga terdapat sekelompok kaum wanita yang akrab disapa Marlena (sebutan wanita Madura dalam pemeran budaya). Sekelompok Marlena yang dibagian perutnya terselip senjata tajam jenis pisau ini, ternyata membawa lembaran uang yang dirangakai dengan sebilah bambu.

RENTENG: Seorang panitia pamerkan rentengan uang. (sur)

RENTENG: Seorang panitia pamerkan rentengan uang. (sur)

Rentengan uang tersebut, milik para tamu undangan, dengan slogan bergengsi yang disuarakan oleh Pak Sakerah dari balik pengeras suara. “Ambek reh Bu Ita dari Sumawe. Make malem deteng. Iberengih nyareh otangan, sakeng estonah dek H Mahmud” (Jemput, Bu Ita dari Sumawe. Walaupun malam datang. Dibarengi hutang, demi kerukunan terhadap H Mahmud).

Budaya ini dilestarikan mulai sekitar tahun 1960-an. Namun sempat pasif dan nyaris punah, karena kondisi perekonomian masyarakat. Setelah perekonomian masyarakat tumbuh kembali, sejak tahun 2010, tradisi ini mulai aktif kembali. Terkait dengan aktifitas sumbang menyumbang dimana sumbangan ini nilainya dapat melebihi dari yang biasanya (becek, buwuh : Jawa).

Misalnya kalau biasanya orang menyumbang Rp 25.000 s/d Rp 50.000, di acara sogukan nilainya bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 10 juta dengan total pendapatan pasca hajatan hingga mencapai ratusan juta. Bahkan ada juga sebagian undangan menyerahkan uang seharga seekor sapi, seharga sepeda motor dan ada sebagian seharga mobil baru.

Bagaimana cara pengembaliannya? H Nurali salah seorang panitia sogukan asal Desa Karangsari Bantur menjelaskan, semua ini semacam arisan. Mereka wajib mengembalikan sesuai nominal sumbangan yang tercatat dalam buku panitia.

Perkumpulan Sogukan ini, dalam kurun waktu enam tahun ini sering kita jumpai di beberapa wilayah terpengaruh seperti, Desa Sidodadi Kecamatan Gedangan, Desa Sumberagung Kecamatan SumberManjing wetan, Desa Karangsari, Rejoyoso dan Pringgondani Kecamatan Bantur, Desa Sumberkerto Kecamatan Pagak dan beberapa desa di wilayah Kecamatan Kalipare.(sur)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional