pariwisata kabupaten malang

Menu

RD Berikan Coaching Clinic Peserta Turnamen Rektor Cup ITN

  Dibaca : 460 kali
RD Berikan Coaching Clinic Peserta Turnamen Rektor Cup ITN
Rahmad Dharmawan saat Coaching Clinic. (rhd)

Kota Malang, Memo X.Com– Menandai pembukaan Turnamen Rektor Cup ITN yang resmi digelar di lapangan sepakbola kampus ITN 2 Karangploso, mulai 18 November hingga 31 Desember 2017, Rektor ITN Malang Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT menyalakan obor Turnamen Rektor Cup ITN dan diserahkan kepada 4 atlet kota Malang untuk membawa lari obor dari kampus ITN 1 menuju kampus ITN 2, Sabtu (18/11/2017) pukul 7.30 WIB.

Dengan pengawalan motor trail dan patwal, mereka melintasi rute jalan Bendungan Sigura-gura, Sumbersari, Gajayana, MT Haryono, Suhat, Borobudur, A. Yani, Perusahaan, dan berakhir di kampus ITN 2, dengan waktu tempuh 1,5 jam. Sesampai di garis finish, Rektor ITN Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT langsung membuka secara resmi Turnamen Rektor Cup ITN, dengan didampingi mantan pelatih Timnas Indonesia Rahmad Dharmawan (RD) dan anggota DPR RI komisi II Moreno Soeprapto.

Turnamen terbuka bagi tim sepakbola sekolah dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA se-Malang Raya ini, diikuti oleh 128 tim terdiri dari 32 tim SD/MI, 48 tim SMP/MTs, dan 48 tim SMA/SMK/MA. “Turnamen ini untuk mencari bibit atlit sepakbola, yang nantinya akan diikutkan sekolah sepakbola, atau dikirim ke klub Arema dan klub lainnya. Selain mengajak pemain menjadikan kegiatan positif agar generasi muda terhindar dari narkoba, juga mengajak kreatif para suporter dalam lomba yel-yel,” jelas Rektor ITN Malang, Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT, kepada Memo X.

Dalam turnamen Rektor Cup ITN ini, ITN Malang bekerjasama dengan salah satu sekolah sepakbola di Malang yaitu Malaya Soccer Academy (MSA), sehingga nantinya juara turnamen akan diseleksi untuk masuk ke sekolah sepakbola MSA atau klub Arema dan klub lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan pelatih Arema Rahmad Dharmawan (RD) mengisi Coaching Clinic di tengah berlangsungnya turnamen Rektor Cup ITN. “Saya hadir sebagai praktisi sepakbola, sekaligus mengajarkan bahwa sepakbola bukan hanya mencapai prestasi tertinggi. Selain itu, membangun karakter hingga usai dewasa dengan baik dan benar. Dengan memberikan motivasi dan coaching clinic, mereka akan termotivasi dengan figur, cerita, dan contoh dari saya, akan menjadikan motivasi tersendiri,” terang pelatih Trengganu FC Malaysia ini.

Menurutnya, adanya turnamen dan aktifitas sepakbola sejak usia dini melalui sekolah seperti ini akan sangat baik bagi kehidupan mereka nanti. “Bagaimana teknik bermain bola yang baik akan terbangun sejak usia dini, mereka akan mengerti bermain sepakbola tidak boleh curang, mencelakai lawan, dan lainnya. Sedini mungkin mereka belajar gerakan dasar sesuai program sejak usia 6-12 tahun. Usia 14 tahun dikenalkan kompetisi dan semangat tanding,” terang RD, sapaan akrabnya.

Belajar dari pengalaman di Trengganu, sudah dipersiapkan berdasarkan kelompok usia sejak dini. “Ada 7 lapangan khusus kelompok usia. Mereka belajar reading the game dan sering mengikuti turnamen dan kompetisi secara rutin. Indonesia memiliki banyak talenta dan bisa meniru sistem itu. Sehingga meminimalisir saat usia anak mainnya bagus, namun saat dewasa menurun. Hal ini karena pondasinya kurang,” tukas RD. (rhd/jun)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional