pariwisata kabupaten malang

Menu

SAPMA PP Gelar Diskusi Film Dokumenter Perjuangan

  Dibaca : 133 kali
SAPMA PP Gelar Diskusi Film Dokumenter Perjuangan
Pemutaran film dokumenter perjuangan 'Pertempoeran Soerabaja 1945'. (rhd)
space ads post kiri

Rangkaian hari Pahlawan

Kota Malang, Memo X– Dalam momen hari Pahlawan, sekitar 60 anggota Satuan Pemuda Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) menyaksikan film dokumenter berjudul’Pertempoeran Soerabaja 1945′ di Kafe Kopilogi jalan Ijen, kota Malang, Sabtu (11/11/2017) tepat pukul 00.00 WIB.

Sebelumnya, tepat pada momen hari Pahlawan 10 November, SAPMA PP menggelar apel Kebangsaan hari Pahlawan dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Suropati Malang, Jumat (10/11/2017) pagi, yang dihadiri Moreno Soeprapto, Nelly Yahya, Bunda Heri Pudji Utami, jajaran pengurus partai Demokrat dan lapisan masyarakat yang kebetulan berziarah bersama.

Dari pemutaran film tentang insiden penurunan bendera Belanda di hotel Yamato Surabaya dan pidato perjuangan Bung Tomo sebagai penyemangat juang arek-arek Suroboyo melawan penjajah Belanda ini, diharapkan dapat mengambil hikmah nilai-nilai kebangsaan dari perjuangan Bung Tomo dalam mengajak arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah. Sekaligus mengajar arti perjuangan kepada generasi muda saat ini.

“Ini momen yang sangat langkah, karena pertama kalinya SAPMA PP kota Malang menggelar nobar, bedah dan diskusi film. Dan satu-satunya di Indonesia pada momen hari Pahlawan ini. Anggota internal bisa hadir untuk mau belajar memahami perjuangan para pahlawan jaman dulu. Sebab sebagai SAPMA PP berkewajiban dengan hati untuk memiliki jiwa nasionalisme dan menjaga keutuhan NKRI. Semangat juang tak hanya dimiliki para manula, atau usia di atas kita. Kita bisa tunjukkan bahwa pelajar dan mahasiswa juga memiliki semangat juang dalam era kekinian, melalui prestasi, pengabdian masyarakat, lewat pemikiran, mempertahankan ideologi, mengembangkan teknologi, dan lainnya,” jelas Ketua Pengurus Cabang SAPMA PP kota Malang Fahrur Roozi Riyanto, dalam sambutannya.

Yang hadir saat itu merupakan anggota dari Pengurus Cabang SAPMA Brawijaya, SAPMA Tunas Bangsa dan SAPMA Auto Club. Roozi berharap setiap karakter dalam internal organisasinya memahami apa yang telah dilakukan para pahlawan yang telah gugur dan menumbuhkan benih-benih perjuangan.

“Dari butir-butir yang disampaikan oleh Bung Tomo, kita harus meneruskan perjuangan beliau dengan cara menerapkan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Baik prestasi, pemikiran, dan lainnya, serta membumihanguskan paham anti Pancasila. Tetap menjaga persatuan, meski perbedaan itu wajar di Indonesia, seperti yang dicengkeram burung Garuda Pancasila yaitu Bhinneka Tunggal Ika,” tukas Roozi pada awak media. (rhd/jun)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional