pariwisata kabupaten malang

Menu

Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur Dinas Pendidikan Kota Malang

  Dibaca : 438 kali
Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur Dinas Pendidikan Kota Malang
Drs. Totok Kasianto (ketiga dari kanan) membuka Bimtek, didampingi Dra Hj Pupung Puspitawati MPd, Dr Mia Rumiasari Msi, dan Ace Aliyudin. (rhd)

Terapkan Pola SIM Pendidikan Terintegrasi Disdik kota Bandung

Kota Malang, Memo X– Sekitar 265 Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta se-kota Malang mengikuti ‘Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Malang, yang berlangsung di Hall Mahameru Aria Gajayana Hotel, Kamis (9/11/2017).

Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Drs. Totok Kasianto, juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Dra. Atimah., M.Pd., Kepala Bidang Pembinaan SMP Siti Ratnawati, SH., M.Pd., Kasubag Sun Gram Henny Rachmaniar, dan Kasubag Keuangan Dra. Lilik Dwi Riani, MM, serta jajaran kepala seksi lainnya di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Malang.

Sementara dari Dinas Pendidikan kota Bandung yang hadir sebagai pemateri, diantaranya Dr Mia Rumiasari Msi (Sekretaris Pendidikan Kota Bandung), Dra Hj Pupung Puspitawati MPd (Kasubag bidang Data dan Informasi), Chandra B Giovani dan Ace Aliyudin (tim IT, sekaligus pelaksana Subbag bidang Data dan Informasi), serta 6 Kepala Sekolah favorit kota Bandung.

Bimtek ini merupakan tindak lanjut studi banding ke Bandung beberapa waktu lalu, sebagai wahana transformasi informasi, kebijakan, dan adopsi program unggulan yang diterapkan Disdik kota Bandung ke Dindik kota Malang, ataupun sebaliknya, sehingga bisa saling melengkapi. “Ini kegiatan yang pertama, agar peserta dari Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta se-kota Malang, dapat memahami program unggulan dan bisa melaksanakan di sekolah masing-masing. Baik struktural, fungsional, pendidik, dan kependidikan bisa saling melengkapi, agar semakin berprestasi dan bermutu dengan inovasi dan kreasi seperti yang dilakukan insan Pendidikan kota Bandung, dengan amati, tiru, dan modifikasi di sekolah lingkungan Dinas Pendidikan kota Malang,” jelas Drs. Totok Kasianto, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM yang berhalangan hadir karena memenuhi undangan Kemendikbud di Solo.

Dr Mia Rumiasari Msi, saat memaparkan materi. (rhd)

Menurutnya, ada banyak hal yang bisa dipetik dari studi banding tersebut. Selain 4 kunci kerja As (Kerja kerAs, kerja ikhlAs, kerja cerdAs, dan kerja tuntAs), Dinas Pendidikan kota Bandung juga memiliki beberapa program yang terintegrasi secara online dan transparansi. Tujuannya agar kapasitas SDM aparatur bidang pendidikan semakin meningkat, sehingga meminimalisir penyalahgunaan, permasalahan di kemudian hari, dan menghindarkan Saber Pungli. Salah satunya mengajak kerjasama pihak inspektorat, BPKP, saber pungli hingga KPK agar potensi pendidikan Kota Malang dapat berjalan dengan baik. “SDM sekolah menjadi paham, sehingga tahu mana dana Bosnas atau Bosda yang boleh digunakan atau tidak, mana dana untuk kebutuhan pokok, listrik, ATK, dan lainnya,” jelas Totok.

Dalam pemaparannnya, Sekretaris Pendidikan Kota Bandung Dr. Mia Rumiasari, MSi, mengatakan perubahan itu pasti, sehingga SDM Disdik kota Bandung selalu siap dengan perubahan. Termasuk beberapa penerapan program unggulan, seperti gerakan literasi sekolah, sekolah digital, pendidikan karakter masa kini, sistem informasi manajemen pendidikan terintegrasi, dan lainnya. “Sistem pembelajaran kami menggunakan online dan offline. Namun tetap menjaga slogan Bandung masa kini , yakni dengan Cinta Budaya dan Cinta Tanah Air. Selain itu, kami sudah menerapkan Sistem Informasi Manajemen pendidikan terintegrasi, meliputi dapodik Bandung, Cekas (cetak kegiatan dan anggaran sekolah), Tongsis (tong siswa), Sakoja (sakola juara), dan AdmOnline (Administrasi Perkantoran Online),” paparnya.

Dalam sistem tersebut menjabarkan pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab secara berkeadilan, terencana dan berkesinambungan dalam koridor koordinasi yang harmonis demi pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dengan diimplementasikan dalam skema struktur organisasi yang dijalankan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung. “Penjabaran visi dan misi yang diikuti dengan penyusunan target indikator, kinerja sasaran, dan rencana strategis guna mewujudkan tujuan yang ingin diraih merupakan hal yang harus dilakukan terlebih dahulu,” terang Dr Mia Rumiasari, MSi.

Perwakilan Kepala Sekolah favorit di kota Bandung, turut memberikan masukan. (rhd)

“Sejak perubahan sistem 2017, semuanya telah terintegrasi di website Disdik kota Bandung. Setiap sekolah mempunyai permasalahan dan kebutuhan masing-masing, diantaranya kebutuhan operasional, kebutuhan investasi, dan kebutuhan personal. Segala permasalahan akan mudah dipecahkan melalui sistem tersebut,” terang Dra Hj Pupung Puspitawati MPd, Kasubag bidang Data dan Informasi Disdik kota Bandung.

Sementara itu Dadang, Kasek SMPN 24 Bandung, mengatakan semua telah tersistem berkat pola pikir para pemimpin di Bandung. “Pemimpin kami di Kota Bandung sangat terbuka dalam membantu perkembangan pendidikan di kota Bandung, baik perlengkapan, kebutuhan aplikasi, dan lainnya. Pun pendampingan bentuk pertanggungjawaban laporan keuangan dan adminitrasi. Semua lebih mudah dengan aplikasi secara terbuka, dan transparansi dengan 8 standart pendidikan,” jelasnya.

“Sejak penciptaan sinkronisasi Dapodik Bandung, operator tiap sekolah cukup masukan segala data ke dapodikbdg. Semua data sekolah akan termonitor, seperti bangunan yamg dimiliki perlu perbaikan atau pengembangan kah, fasilitas apa yang dimiliki, data guru, pengawas, dan lainnya. Bahkan silabus pembelajaran anak dapat diketahui orang tua per mapel, sejauh mana tingkat perkembangan anak, dan lainnya,” papar Ace Aliyudin, tim IT sekaligus pelaksana Subbag bidang Data dan Informasi Disdik kota Bandung.

Para peserta Bimtek. (rhd)

Selain mendapatkan pemaparan materi dan penambahan wawasan guna peningkatan SDM aparatur, ratusan peserta bimtek juga mendapatkan penyegaran pola pikir dan pola hati yang dibawakan oleh motivator nasional dr. H. Agus Ali Fauzi, PGD Pall Med (ECU).

“Untuk menjalankan serta menunaikan tugas serta tanggung jawab, seyogyanya aparatur pelaksana memiliki rasa syukur, menjaga kesehatan jasmani dan rohani, serta selalu bersemangat dalam memberikan pelayanan terbaik dalam suasana kebersamaan,” tandas dr. H. Agus Ali Fauzi, PGD Pall Med (ECU) dalam pendahuluannya.

Peserta bimtek kembali diingatkan pentingnya sinergi, kolaborasi dan sikronisasi semua unsur yang ada di sekolah untuk mencapai kesuksesan bersama. Untuk itu, perlu dibangun mental sukses, diantaranya mental optimis, semangat, mau berubah, inovatif dan tulus ikhlas. Aparatur ataupun staff yang bekerja melaksanakan program kerja yang direncanakan akan sukses dan lancar, apabila memiliki pemimpin yang kompeten, kapabel, kredible, komunikatif dan akseptebel. (rhd/jun)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional