pariwisata kabupaten malang

Menu

Sahabat Pariwisata Perkuat Branding Pariwisata Kabupaten Malang “The Heart of East Java”

  Dibaca : 534 kali
Sahabat Pariwisata Perkuat Branding Pariwisata Kabupaten Malang “The Heart of East Java”
Johnson Sunaru memaparkan Malang Beach Festival. (rhd)

Malang, Memo X – Sahabat Pariwisata yang terdiri dari pelaku industri wisata, komunitas fotografi, awak media, media sosial, blogger, dan lainnya, secara spontan dibentuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang ketika menghadiri bincang santai bertemakan ‘Penguatan Branding IV Pariwisata Kabupaten Malang “The Heart of East Java”, yang digelar Disparbud Kabupaten Malang, di RM Kantri Singosari, Selasa (7/11/2017) malam.

Banyak hal yang dapat dirangkum dari obrolan santai dan gayeng tersebut untuk memperkuat branding Pariwisata Kabupaten Malang “The Heart of East Java”, yang ditampung dari masukan, saran, dan kritik membangun dari mereka, selaku grassroot atau perwakilan masyarakat.

Made Arya Wedanthara SH MSi merangkum masukan dari Sahabat Pariwisata. (rhd)

Turut hadir sebagai pemateri sekaligus mediator urun rembung, diantaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara SH MSi, Johnson Sunaru (Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang), Armand Erlangga (Kasi Sarana bidang Pemasaran), Harianto (Pimred Malang Times), Suyitno Sujiharto (Ketua PHRI Kabupaten Malang), dan Ansori (Ketua DPD ASITA).

“Salah satu upaya menanamkan media cinta pada Pariwisata Kabupaten Malang, yaitu dengan media sosial. Kami mengundang blogger, industri perhotelan (PHRI), radio, guide, media, pelaku industri pariwisata, media sosial, dan lainnya. Kami ingin tagline/branding Kabupaten Malang “The Heart of East Java” dapat tersosialisasikan melalui rekan-rekan sebagai sahabat pariwisata,” jelas Johnson Sunaru, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang.

Sahabat Pariwisata dan jajaran Disparbud Kab Malang menyatu. (rhd)

Seperti agenda Malang Beach Festival, berkaitan dengan Hari Jadi ke-1257 Kabupaten Malang, yang digelar mulai Sabtu (11/11/2017) hingga Minggu (17/12/2017). Menjadi agenda terdekat dan terbesar dengan beberapa rangkaian kegiatan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara SH MSi, mengatakan ada 3 pilar dalam menata Pariwisata Kabupaten Malang, yaitu tempat wisata, jumlah penduduk, dan demografi. “Dengan 3 pilar tersebut, saat ini kami fokus 6 titik skala prioritas, yaitu Desa Ngadas sebagai sentra BTS, Desa Mulyorejo Ngantang, Desa Sanankerto Turen, Pantai Ngliyep, Desa Wonosari, dan kawasan ekonomi khusus Singosari. Namun 16 dari 30 desa Sadar Wisata juga tetap menjadi garapan kami menggunakan konsep 3A, yaitu Atraksi, Amenitas, dan Akses,” papar Made.

Dialog para Sahabat Pariwisata. (rhd)

Sebagaimana pesan Bupati Malang H. Rendra Kresna, yaitu bersandar ke gunung, memandang ke lautan. “Teman-teman bisa membantu kami, untuk mensosialisasikan Pariwisata Kabupaten Malang keluar, baik secara nasional maupun Internasional, sehingga menjadi rujukan pariwisata dari nasional dan internasional,” terang Armand Erlangga, Kasi Sarana bidang Pemasaran Disparbud Kabupaten Malang.

Kabupaten Malang harus belajar dari perkembangan wisata Batu dan Banyuwangi ketika bangkit pariwisatanya. “Batu berkembang dengan image Kota Wisata Batu (KWB)-nya. Untuk itu, rangkullah teman-teman media, terutama berbasis online, dimana semua info terakomodir dan tersubmit oleh google. Selain itu, kita perlu mengetahui dan memahami perilaku pengguna internet, mulai dari usia, hobby, konten yang sering dikunjungi, dan lainnya,” papar Harianto, Pimred Malang Times saat mengupas Era Informatika Bersama Media Online.

Suyitno Sujiharto, Ketua PHRI Kabupaten Malang mengatakan pemerintah dan pelaku wisata sudah bekerja sangat baik. Namun masyarakat Sadar Wisata belum sepenuhnya. “Kita harus memahami selera pasar, terutama anak-anak. Sebab orang tua akan pelesir menuruti kemauan anak-anaknya. Harus kita pilah, mana yang memenuhi kebutuhan hiburan mereka, terutama menyentuh pendidikan. Biasanya dilengkapi wisata buatan dengan konsep Tematik sebagai ikon selfie. Kebutuhan ini rata-rata diminati wisatawan domestik,” jelasnya.

Sementara Ansori, Ketua DPD ASITA mengatakan sebaliknya, potensi wisata yang sedang digarap Disparbud Kabupaten Malang di kawasan pantai dan gunung, serta kawasan heritage justru menjadi minat wisatawan luar negeri dan komunitas adventure. “Orang luar negeri suka dengan desa wisata, gaya klasik seperti candi, gunung BTS, pulau sempu, dan tempat heritage lainnya. Tentunya tempat wisata seperti ini juga tak semuanya diminati wisatawan domestik. Semua memiliki pasar tersendiri. Untuk itu, harus dibuat klaster,” tuturnya.

Dari obrolan tersebut, dihasilkan beberapa saran membangun agar terjadi loncatan hasil yang dapat mempengaruhi perkembangan pariwisata Kabupaten Malang dengan pesat, diantaranya kalender wisata untuk disebar ke industri wisata seperti travel, hotel, dan lainnya, mengutamakan promosi tempat wisata yang terjangkau dalam hal jarak tempuh, map of tourism melalui segmentasi pasar dengan memperhatikan jarak, tiket masuk, fasilitas yang ditawarkan, dan lainnya, melengkapi dengan konsep tematik dan wisata buatan, dan memoles tempat wisata yang mulai berkembang di wilayah Malang Utara dan Malang Barat yang berbatasan wilayah kota Batu. (rhd)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional