pariwisata kabupaten malang

Menu

SenasPro 2017, Jembatani Peneliti dan UMKM Dengan Investor

  Dibaca : 149 kali
SenasPro 2017, Jembatani Peneliti dan UMKM Dengan Investor
Rektor UMM, Rektor Ma Chung, dan anggota INTI mencicipi Mangga Situbondo. (rhd)
space ads post kiri

Kota Malang, Memo X – Menjembatani kalangan civitas akademik dengan kalangan pengusaha, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggandeng Universitas Ma Chung dan komunitas Indonesia Tionghoa (INTI) menggelar Seminar Nasional dan Gelar Produk (SenasPro) 2017, yang dikas dalam Festival Kebangsaan, di Hall Dome UMM, selama 2 hari, (17-18/10/2017).

Kegiatan yang diikuti 233 peneliti dari puluhan Perguruan Tinggi, 40 peserta gelar produk, dan 47 pengusaha ini, memuat seminar nasional, gelar produk dan temu diskusi antara pengusaha dan peneliti, dengan mengangkat tema “Festival Produk Inovasi Hilirisasi Hasil Riset dan Pengabdian Masyarakat Menuju Indonesia Berkemajuan”.

“Sengaja mengangkat Festival Kebangsaan dalam SenasPro kali ini. Komitmen Kebangsaan tak hanya sekedar tandatangan, namun harus diwujudkan dengan aksi. Salah satunya, bagaimana menjembatani mahasiswa dengan dunia Industri. Kami ingin Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia menjadi bagian problem solver. Peran PT bisa menyatu dengan masyarakat, maka tidak boleh terkotak-kotak, yaitu bisa bekerja sama dengan sistem yang dibuat. Hal ini langkah konkret semangat UMM untuk membangun bangsa,” jelas Rektor UMM Fauzan.

Pada kegiatan tahunan yang diprakarsai Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DPPM) ini, suasana kebangsaan tercermin dari para peserta dari semua kalangan pluralisme. Selain Senaspro, nantinya akan dilanjutkan pengembangan kerjasama usaha antara mahasiswa dan pengusaha.

Dalam SenasPro 2017, hadir para pembicara pakar di bidangnya, diantaranya Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si. (Dirjen Penguatan Inovasi-Kemenristek Dikti), Dr. Indra Wahidin (Wakil Ketua Perhimpunan INTI), Dr. Bayu Prawira, Hie (Executive Director Intellectual Bussiness Community), Jhon Hardi,ST., M.SM., CSM (Konseptor dan Pendiri Forum CSR Jawa Timur), Prof. Dr. Rahayu Hartini, SH, M.Si., M.Hum., (Guru Besar Hukum Bisnis UMM), Hero Wijayadi (Meme Florist Go Digital), Andy Djojo Budiman (Integrated Retail Application/ IREAP), Djoko Kurniawan (Bisnis Konsultan) dan Abraham Lembong (Investor Advisor).

Festival Kebangsaan sebagai ruang antara Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) milik masyarakat maupun milik mahasiswa yang memiliki inovasi dengan pengusaha-pengusaha dalam SenasPro 2017 kali ini. “Hal ini merupakan kesempatan emas bagi UMKM dan pengusaha yang terlibat. Bagi UMKM, mereka dapat memamerkan inovasinya, dan bagi para pengusaha, mereka dapat mencari tempat untuk berinvestasi. Peran peneliti dan pengusaha sangat strategis mewujudkan pembangunan manusia bermartabat dan seutuhnya. Harapannya, kegiatan ini bisa dijadikan model tentang perkembangan ilmu pengetahuan,” jelas Ketua Pelaksana Ir. M. Irfan, MT.

Sementara itu, Ketua INTI Malang Raya, Agus Indra MM mengatakan, dunia kampus dapat menghasilkan sesuatu, dengan biaya yang dapat ditekan dengan bantuan pengusaha. “Kami berharap semua dosen dari kampus bisa bermanfaat bagi dunia usaha dengan karya riset. Ini jangka pendek, sedangkan jangka panjangnya, hal ini dilakukan bersama-sama dan saling kontribusi dengan civitas akademik lainnya, misalnya ada yang bergerak di bidang retail, riset marketing, hrd finance, produksi, dan lainnya,” jelas Agus Indra.

Sedangkan Direktur Inovasi Industri Menristekdikti, Ir Santoso Yudho Warsono MT menyatakan sudah ada regulasi yang mengatur Royalti. “Para peneliti jangan takut, karena sudah ada regulasi royalti bagi peneliti. Bukan hanya milik Perguruan Tinggi, Targetnya 40-60 penelitian yang kita danai, namun malah sudah 70 penelitian. Contohnya benih jagung yang memiliki nilai kemanfaatan lebih luas,” tandasnya. (rhd/jun)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional