pariwisata kabupaten malang

Menu

Masih Ada Kesenjangan Kesehatan dan Hak Reproduksi

  Dibaca : 429 kali
Masih Ada Kesenjangan Kesehatan dan Hak Reproduksi
Salah satu pemateri menyampaikan paparannya. (rhd)

Peluncuran Laporan Situasi Kependudukan Dunia 2017

Kota Malang, Memo X – Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana (BKKBN) dan United Nations Population Fund (UNFPA) memaparkan Laporan Situasi Kependudukan Dunia 2017, dimana terjadi penambahan penduduk selama satu dekade terakhir sebanyak 1 miliar menjadi total 7 miliar. Namun hal ini menyebabkan dunia ‘terbelah’ dikarenakan masih adanya ketimpangan/ketidaksetaraan kompleks di bidang sosial, ekonomi, kesehatan dan hak reproduksi.

Kepala BKKBN, Dr Surya Chandra Surapaty, mengatakan ketidaksetaraan itu terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. “Fakta mengejutkan, di mana ada 43 persen kehamilan tidak diinginkan terjadi tiap tahunnya atau sebanyak 89 juta. Angka aborsi pun sama tingginya, yaitu 47 juta dan 10 juta angka keguguran. Semua itu kebanyakan dialami wanita berstatus sosial miskin, tinggal di desa atau yang berpendidikan rendah. Dan 20 persen wanita miskin tidak mendapatkan bantuan kesehatan saat melahirkan. Sementara di negara kaya, masyarakat punya jangkauan layanan lebih lengkap,” jelasnya, dalam sambutan Peluncuran Laporan Situasi Kependudukan Dunia 2017 (2017 State of World Population Report (SWOP), di Aula UB TV, Selasa (17/10/2017).

Angka kematian ibu dan bayi, paling tinggi terjadi di negara berkembang, seperti Indonesia. Mereka tidak memiliki kemampuan menentukan kapan hamil dan dimana harus melahirkan. Untuk itu, BKKBN berupaya mengampanyekan program KB melalui kemitraan dengan akademisi dan lembaga lain.

“Salah satu cara pengendalian penduduk adalah vasektomi untuk pria. Sayangnya, cara ini masih menjadi momok bagi sebagian pria. Banyak yang khawatir jika melakoni vasektomi, seolah ia kehilangan kejantanannya dan khawatir kemampuan dan kenikmatan berhubungan seks menurun, dan parahnya dianggap kebiri. Padahal proses vasektomi tidak mempengaruhi hormon dan alat kelamin pria. Bedanya sel sperma tidak akan keluar lagi seperti sebelumnya, yang keluar hanya air mani,” jelas Surya

Perlu diketahui, vasektomi adalah metode kontrasepsi khusus untuk laki-laki yang sudah tidak ingin menambah anak lagi. Metode ini cocok bagi pria usia 35 tahun ke atas. Vasektomi merupakan tindakan permanen dengan cara memotong dan mengikat saluran sperma, sehingga pada saat ejakulasi tidak ditemukan kembali sperma yang dapat membuahi sel telur.

Sementara itu, Wakil Rektor 4 UB bidang kerjasama, Dr Ir Sasmito Djati MS mengatakan program BKKBN ini akan berdampak pada perguruan tinggi sekitar 15-20 tahun ke depan. “Perguruan tinggi yang akan menerima dampaknya, baik atau buruk. Makanya perguruan tinggi harus ikut membantu agar anak menjadi berkualitas karena menjadi generasi penerus ke depan,” ujarnya.

Disinggung tentang laporan yang disampaikan oleh UNFPA, Sasmito mengatakan seharusnya ada program ramah wanita, dimana penduduknya didominasi wanita. Dan hal ini juga menjadi PR bagi UB. “Di UB sudah dikonsep berupa bangunan smart gender. Bangunan smart gender itu memiliki lactation room dan prasarana lain yang nyaman bagi wanita, terutama ibu hamil dan menyusui. Ternyata sampai sekarang belum terwujud, karena masih sulit. Padahal ini penting,” terangnya. (rhd/jun)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional