pariwisata kabupaten malang

Menu

Menaker : Ciptakan Peluang Usaha Berplatform Ekonomi Digital

  Dibaca : 366 kali
Menaker : Ciptakan Peluang Usaha Berplatform Ekonomi Digital
Menaker M. Hanif Dhakiri, saat belajar membatik. (rhd)

Kota Malang, Memo X– Saat ini, jumlah wirausaha Indonesia mencapai 3,4 persen, dari tahun sebelumnya 3,1 persen. Namun angka jauh dibawah Malaysia 5 persen, China 10 persen, Amerika Serikat 12 persen, dan negara berkembang lainnya. Hal ini tak terlepas cara pandang masyarakat Indonesia yang takut berwirausaha. Sebab tak dapat dipungkiri, Indonesia memasuki jaman kompetisi MEA. Sementara jumlah angkatan kerja 131,5 juta penduduk Indonesia, namun 60 persen merupakan lulusan SD.

Hal ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, M. Hanif Dhakiri, saat membuka PPK Sampoerna Expo 2017, yang menampilkan 72 stand pameran dan penunjang, di Taman Krida Budaya Jatim, Malang, Sabtu-Minggu (14-15/10/2017). Dimana pada tahun ke-9 PPK Sampoerna Expo 2017, PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menghadirkan sentuhan baru melalui kolaborasi dengan generasi muda yang bergerak di sektor Unit Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Lihatlah pesaing kita untuk bekerja lebih keras lagi. Jangan ala kadar. Karena jika bertranformasi ekonomi formal, akan bisa bank able, bisa masuk pasar kerja, bisa mengembangkan jadi wirausaha baru. Untuk itu harus bisa startup bisnis. Contohnya Blue Bird sejak tahun 70-an berdiri dan punya ribuan armada. Namun Uber dan Gojek, baru berdiri sudah beromzet tertinggi, namun 1 unit armada pun tidak punya. Hal ini, karena marketplace terintegrasi dengan platform ekonomi digital,” tegas Hanif mengingatkan.

Jika produk baru dilihat orang, tapi langsung ditinggal. Alangkah bijak sebagai bahan koreksi. “Jika perlu tanya calon konsumen dan konsumen sebagai bahan survei, agar tidak kalah bersaing.

Produk boleh dengan pola lama, tapi dibungkus kekinian, atau istilahnya modernisasi merujuk tradisi. Ada 3 poin penting yang diinginkan masyarakat sebagai konsumen, yakni barang bagus, harga murah, proses cepat,” tandas Hanif.

“PPK Sampoerna Expo 2017 merupakan langkah nyata Sampoerna untuk terus menggelorakan semangat berwirausaha yang dapat memberikan manfaat dan menyejahterakan masyarakat. Mengangkat tema “Kita Mau Kita Bisa”, Sampoerna mendukung langkah pemerintah dalam mengembangkan UMKM sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Dan tahun ini lebih modern, menuju start-up digitalisasi,” jelas Ervin Laurence Pakpanan, Head of Stakeholders Regional Relations & CSR Facilities Sampoerna, dalam jumpa pers.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Mahfud Syah mengatakan, ada perbedaan konsep di tahun ini, dengan mengkolaborasikan generasi muda untuk memajukan UMKM Indonesia. “Dipilihnya Malang, karena 2 tahun terakhir UKM di Malang semakin maju. Pasar di Malang sudah mengarah ke digitalisasi atau startup. Dengan PPK kami memberikan pelatihan, pengolahan, dan pendampingan 33 ribu orang. Untuk syarat masuk PPK, bisa melalui website.

Diharapkan ada 6.500 pengunjung selama 2 hari dengan nilai transaksi lebih dari tahun sebelumnya diprediksi,” jelasnya.

“Alhamdulillah, dengan memanfaatkan limbah industri kulit sepatu menjadi aksesories sejak 2009, seperti gantungan kunci, tas, dan lainnya. Saya bisa meraih omset 25 juta per bulan. Sekarang tak hanya kulit sapi sebagai bahan dasarnya, bisa juga kulit domba, buaya, dan lainnya,” jelas Sri Rahayu, owner Gendhis Collection, Perwakilan UMKM Binaan Sampoerna. (rhd/jun)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional