pariwisata kabupaten malang

Menu

Fantastis, Pendapatan Cukai Rp 16,26 Triliun Setahun

  Dibaca : 319 kali
Fantastis, Pendapatan Cukai Rp 16,26 Triliun Setahun
MOTIVASI : Danramil 14 Turen Kapten Inf Yuyud Hadi Purnomo saat memberikan motivasi kepada anggota Paskibraka tingkat Kecamatan Turen

* KPPBC TMC Malang Serahkan Penghargaan ke 5 Perusahaan

Sangat fantastis pendapatan cukai yang didulang KPPBC Tipe Madya senilai Rp 16,26 triliun pendapatan cukai dikumpulkan KPPBC Tipe Madya Cukai Malang dengan dominasi sektor tembakau. Di wilayah KPPBC Tipe Madya Cukai Malang terdapat 104 perusahaan rokok yang dibagi menjadi tiga golongan, yaitu CV, PT dan PR.

PENGHARGAAN: Walikota Malang HM Anton serahkan penghargaan ke 5 perusahaan rokok. (riz)

PENGHARGAAN: Walikota Malang HM Anton serahkan penghargaan ke 5 perusahaan rokok (riz)


Bahkan dari 104 perusahaan rokok itu, ada lima perusahaan tertinggi yang berkontribusi terhadap pendapatan cukai, yakni PT PDI Tresno dengan nilai cukai Rp 7,069 triliun, PT Subur Aman senilai Rp 2,4 triliun, PT Gandum sebesar Rp 647,7 miliar, HM Sampoerna Tbk Rp 588,87 miliar dan PR Jaya Makmur sebesar Rp 588,3 miliar.

Makanya KPPBC Tipe madya Malang memberi penghargaan kepada lima perusahaan belanja cukai terbesar itu diserahkan langsung oleh Walikota Malang HM Anton. Selain pada kesempatan yang sama, KPPBC TMC Malang juga menyerahkan penghargaan untuk perusahaan paling tertib administrasi yang jatuh pada PR Trubus Alami.

“Kriteria untuk perusahaan tertib administrasi salah satunya adalah ketertiban dalam menyampaikan laporan produksi barang kena cukai,” jelasnya. Perlu diketahui kalau penilaian tertib administrasi punya kriteria tersendiri salah satunya adalah presentase realisasi permohonan penyediaan pita cukai dan pemanfaatan aplikasi cukai online dilihat dari pemanfaatan aplikasi-aplikasi cukai dengan maksimal.

Sebab sebelumnya KPPBC Tipe Madya Cukai Malang tahun 2015 berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 16,26 triliun atau 102,95 persen dari target 2015. Angka tersebut berkontribusi sebesar 46 persen dari KPPBC Jatim II yang berjumlah 8 KPPBC. Menurut Kepala Kantor KPPBC TMC Malang Rudy HK menjelaskan 90 persen pendapatan cukai tersebut berasal dari cukai tembakau.

“Sisanya berasal dari produk lain, salah satunya minuman mengandung etil alkohol,” jelas Rudy hari ini (Kamis, 14 Januari 2016) dalam acara coffee morning bertajuk Refleksi Kinerja KPPBC Tipe Madya Cukai Malang Tahun 2015 dan Arah Kebijakan Pemerintah di Bidang Cukai Tahun 2016 di Grand Paramount Ballroom Hotel Atria Malang.

Lebih jauh dikatakannya kalau, pencapaian yang memuaskan tersebut didorong salah satunya pengawasan ketat dari petugas untuk mengawasi rokok-rokok tanpa pita cukai atau menggunakan pita cukai palsu.

“Ada 25 kasus cukai ilegal yang berhasil diamankan sepanjang 2015. Temuan-temuan produk lartas (larangan dan pembatasan) banyak ditemukan di kantor pos. Sepanjang 2015, ada temuan 358 kasus temuan produk lartas di kantor pos,”paparnya.

Sementara itu Walikota Malang, HM Anton, dan jajaran SKPD. Dalam kesempatan tersebut, bersama KPPBC TMC Malang juga melaunching layanan A-Rema yang merupakan singkatan dari Anugerah Reksa Utama.(riz)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional