HUT RI Memo X

Menu

Luhut : Posisi Indonesia Lebih Baik

  Dibaca : 93 kali
Luhut : Posisi Indonesia Lebih Baik
CINDERAMATA : Luhut menerima cinderamata dari Rektor Unisma. (rhd)
space ads post kiri

Pertumbuhan Ekonomi 2016 Mencapai 5,02 Persen

Kota Malang, Memo X – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Republik Indonesia Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan mengisi Sarasehan Kebangsaan bertemakan ‘Mempertahankan Ideologi dan Bentuk Negara Republik Indonesia’, di Gedung Pascasarjana Hall Abdurahman Wahid (Gus Dur) lantai 7, Universitas Islam Malang (Unisma), Senin (25/9/2017) sore.

Acara yang dihadiri Wakil Gubernur Drs Syaifullah Yusuf, Bupati Jombang Dr Ec H Nyono Suharli Wihandoko, Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan, didampingi Ketua Yayasan Unisma Tholhah Hasan, Rektor Unisma Prof. Dr. Masjkuri Akbar MSi, dan pengurus NU, Ansor, Muslimat, perbankan Malang Raya, dan civitas akademik Unisma.

“Mahasiswa Unisma dihuni dari semua golongan multikuktural, baik nasional maupun Internasional. Terakhir kami menerima penghargaan dari MURI dalam deklarasi mempertahankan NKRI. Kami mohon pak Luhut dapat memberikan pencerahan tentang NKRI kepada civitas akademik Unisma dan undangan yang hadir,” ujar Rektor Unisma Prof. Dr. Masjkuri Akbar MSi, dalam sambutannya sekaligus membuka acara sarasehan.

Dalam paparannya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Republik Indonesia Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan mengangkat judul “Arah Kebijakan Pembangunan Pemerintah dan Pencapaiannya.”

Menurutnya, Indonesia saat ini berada pada posisi yang baik dilihat dari berbagai indikasi. Seperti tingkat kepercayaan dunia investasi pada Indonesia membaik dengan proyeksi peningkatan GDP Indonesia dengan US$ 932.259 billion, dan diprediksi GDP 2030 mencapai US$ 5,4 trilyun.

“Saat ini Indonesia menduduki ranking 5. Status invesment grade menyebabkan bunga pinjaman obligasi pemerintah lebih murah, sehingga APBN dapat digunakan untuk alokasi yang lebih produktif. Dimana pertumbuhan ekonomi 2016 cukup baik yaitu 5,02 persen, lebih tinggi dari rata-rata dunia. Sementara kualitas alokasi belanja pemerintah lebih produktif, dengan subsidi energi 2009-2014 Rp 1.486 T,” jelas Luhut.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagian besar didorong oleh konsumsi.Masuknya ribuan orang Tionghoa, menurut Luhut, karena tenaga lokal kurang cepat dalam kejar target pengerjaan proyek. “Ketika setengah jadi, baru diselesaikan ahli dari lokal,” terangnya.

Selain itu, terjadi penurunan ketimpangan di desa dan kota. Hal ini dikarenakan pembangunan infrastruktur semakin meningkat dan merata, khususnya daerah pelosok. Seperti infrastruktur transportasi yang saling terkoneksi pada 2020, baik jalur darat pedalaman, tol darat, dan tol laut.

Luhut menolak bahwa utang Indonesia sangat besar. “Ratio utang Indonesia masih rendah, yakni 27,9 persen dari GDP, sementara pajak utang hanya 2,69 persen,” tukasnya. (rhd/jun)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional