pariwisata kabupaten malang

Menu

KPK Sebut ER Ditangkap karena Korupsi Proyek

  Dibaca : 258 kali
KPK Sebut ER Ditangkap karena Korupsi Proyek
space ads post kiri

Batu, Memo X – Sepuluh persen fee dari anggaran sebuah proyek mebeler Rp 5,6 miliar diterima Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

Fee tersebut yang mengantarkan ER sebagai tersangka dalam terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kota Batu, Sabtu (16/9/2017).

Dalam kasus ini, selain Eddy, Kepala Unit Layanan Pengadaan ULP Pemkot Batu Edi Setiawan dan Philip, pemilik Amarta Hills Hotel, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka terjaring kasus terkait pengadaan mebeler (meja kerja staf dan meja kerja eselon). Pengadaan ini dilakukan oleh Badan Keuangan Daerah Pemkot Batu tahun anggaran 2017 yang diikuti 70 peserta lelang.

Sesuai data di Unit Pengadaan Lelang (UPL) dimenangkan PT Dailbana Prima yang beralamatkan di Jalan Brigjend Katamso 48-50 Kota Malang. Nilai anggarannya Rp 5,26 miliar.

Baca : Akhir Jabatan Pahit Walikota Batu

“Total fee yang disepakati Rp 500 juta. Namun yang diberikan saat itu (waktu OTT) Rp 200 juta. Sebelumnya ER (Eddy Rumpoko) sudah menerima Rp 300 juta untuk melunasi pembayaran mobil Alphard. Sedangakan Rp 100 juta sebagai fee panitia pengadaan,” ungkap Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif dalam jumpa pers di kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (17/9/2017).

Baca Selanjutnya1234
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional