pariwisata kabupaten malang

Menu

Aptisi Minta Jumlah PTS Dibatasi

  Dibaca : 138 kali
Aptisi Minta Jumlah PTS Dibatasi
KARYA BHAKTI : Para anggota dari Koramil 27 Lawang bersama anggota Polri Polsek Lawang saat membersihkan taman makam pahlawan yang ada di Lawang

Keberadaan Universitas Terbuka (UT) akan disoal dalam musyawarah nasional (munas) Aptisi (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia). Munas akan dilaksanakan pada 21-23 Januari 2016 mendatang di Medan.

“Kalau UT mendapat perlakuan khusus, silahkan. Tapi ya sebaiknya ke daerah yang belum banyak perguruan tingginya,” ujar Prof Sukowiyono, Ketua Aptisi Jawa Timur, Kemarin.

Menurutnya, di Jawa Timur saja sudah sesak perguruan tinggi. Selain ada PTN-PTN, juga ada 362 perguruan tinggi swasta.

Bahkan di tingkat kecamatan sudah ada perguruan tinggi. Karena itu, Aptisi minta kepada pemerintah agar keberadaan UT terutama di daerah yang sudah banyak perguruan tingginya dievaluasi.

“Mungkin dengan kondisi sekarang cocoknya ada di daerah yang kurang perguruan tingginya, seperti Papua,” tutur Rektor Universitas Wisnuwardhana Malang ini.

Keberadaan UT menjadi perhatian PTS karena tak hanya menerima mahasiswa dari kalangan pekerja, tapi juga yang belum bekerja. Yaitu yang baru lulus SMA.

UT adalah PTN dengan rektornya di Jakarta. Sedang cabang di daerah-daerah disebut Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ). Di Jawa Timur, UPBJJ ada di tiga titik yaitu di Malang, Jember dan Surabaya.

Menurut Suko, ia sudah pernah menanyakan ke direktur kelembagaan Kemenristek Dikti saat ada kegiatan di Surabaya beberapa waktu lalu. Dan dijawab, UT adalah khusus. “Menurut saya, khusus itu harusnya sementara. Jika perguruan tinggi sudah banyak bagaimana?” Tutur Suko.

Selain itu juga disoroti masalah rasio dosen-mahasiswanya di UT. “Jangan swasta saja yang disoroti soal rasio dosen-mahasiswa,” katanya. Hasil dari munas Aptisi nanti diharapkan ada rekom-rekom terkait berbagai hal kepada pemerintah, termasuk soal UT.

“PTS banyak yang protes soalnya tentang UT ini,” ujarnya. Baru-baru ini, puluhan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Tuban menggelar demonstrasi di kampusnya, Kamis (14/1) karena menganggap biaya kuliah mahal, yaitu Rp 2,5 juta per semester dengan hanya kuliah Sabtu-Minggu.(*/ej)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional