pariwisata kabupaten malang

Menu

Hadapi MEA, Dinkes Malang Perketat Layanan Kesehatan

  Dibaca : 204 kali
Hadapi MEA, Dinkes  Malang Perketat Layanan Kesehatan
MOTIVASI : Danramil 14 Turen Kapten Inf Yuyud Hadi Purnomo saat memberikan motivasi kepada anggota Paskibraka tingkat Kecamatan Turen

Dinas Kesehatan Kabupaten Malang memperketat pengawasan penyelenggara layanan kesehatan non medis. Langkah ini untuk mencegah jatuhnya korban, sekaligus menjaga kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Malang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Abdurrachman, layanan kesehatan non medis bersifat komplenter atau pelengkap. Layanan ini hanya pilihan. Sedangkan pelayanan medis tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat.

“Karena sifatnya komplementer, masyarakat bisa memilih layanan ini atau tidak. Berbeda dengan layanan medis,” ujar Abdurrachman, Jumat (15/1).

Sayangnya tidak ada standar bagi untuk layanan kesehatan non medis ini. Tolok ukur layanan non medis adalah aduan dari masyarakat. Karena itu. Dinas Kesehatan baru bisa melakukan tindakan jika ada aduan masyarakat.

Untuk pengawasan, Dinas Kesehatan mengandalkan tenaga puskesmas di seluruh wilayah Malang. Selain itu, layanan kesehatan non medis wajib memberikan laporan setiap bulan. Berbeda dengan dulu, mereka wajib melapor setiap tahun.

“Memperketat layanan kesehatan sangat penting di era MEA. Bukan saja mencegah jatuhnya korban, tapi mencegah penumpang gelap tenaga kesehatan asing,” tegas Abdurrachman.

Sejak diberlakukannya pasar bebas ASEAN (MEA), layanan kesehatan asing bebas masuk Indonesia. Pengawasan yang ketat akan membatasi gerak mereka. Baik klinik maupun tenaga kesehatan asing yang masuk, harus mengantongi izin khusus.

Setiap layanan kesehatan harus mendapat izin dari Kementerian Kesehatan. Sedangkan dokter asing harus lewat Ikatan Dokter Indonesia pusat.

Sedangkan untuk membatasi layanan kesehatan asing di Kabupaten Malang, Dinas Kesehatan berencana membuat peraturan daerah. Perda ini untuk mengatur tenaga kesehatan yang bekerja di Kabupaten Malang. “Rencananya tahun 2017 Perda tersebut dibuat, karena tahun ini Dinkes sudah mengusulkan tiga Perda,” ungkap Abdurrachman.(*)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional