pariwisata kabupaten malang

Menu

Prakiraan Mutasi Dinas ’Basah’ Diakui Joss

  Dibaca : 157 kali
Prakiraan Mutasi  Dinas ’Basah’  Diakui Joss
KARYA BHAKTI : Para anggota dari Koramil 27 Lawang bersama anggota Polri Polsek Lawang saat membersihkan taman makam pahlawan yang ada di Lawang

Belum terbuktinya pergeseran di tubuh dinas ’basah’ hingga Jumat (15/1), membuat yang berkepentingan bermanuver dengan program yang belum sempat dikumandangkan ke media. Kemarin ramai-ramai berani bersuara. Bahkan terlihat seperti loyal pada dinas atau badan yang dipimpinnya, dengan mempunyai program yang prestisius.

“Seperti yang punya rencana sosilaisasi, kemarin ramai-ramai obral program dilakukan. Dalam rangka bisa menggagalkan niat baik Baperjakat menggeser dari dinas ’basah’, termasuk nampak bersemangat, meski tiba-tiba. Tapi pimpinan daerah punya gawe dan tak ada yang boleh cawe-cawe, kabarnya dengan titel penyegaran,” kata orang dekat Walikota asal Malang Selatan itu memberi penilaian.

Lanjutnya mencoba bijak, memberi masukan pada Kepala Baperjakat atau pimpinan daerah Kota Malang meniru apa yang sering dilakukan mantan bupati Malang Rendra Kresna. “Dulu saat masih menjabat, jauh-jauh maupun dekat pilkada, beliau kalau melakukan pergeseran atau pengisian jabatan yang lowong dengan mendadak. Kabarnya para pejabat itu tak sempat melakukan pergerakan kedalam atau keluar untuk ngotot dijabatannya yang dinilai ’basah’. Malahan media pun dibuat terperangah,” katanya berharap.

“Abah mestinya seperti itu, siap secara administrasi. Besok atau lusa ada mutasi, ya langsung dilakukan. Jangan berpolemik atau rasan-rasan terjadi. Justru makin molor dan timbulkan ekses yang gak baik. Artinya pejabat yang digeser, siapkah atau malah blunder di dinas yang dipimpin, yang bakal rugi ’kan warga Kota Malang. Makanya dar der dor, geser ya geser detik itu juga. Kenapa harus besok?,” tegasnya meminjam motto sebuah media online sambil ngeloyor masuk mobil bututnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, bocornya informasi mutasi pada wartawan Harian Pagi Memo X soal pergeseran dinas ’basah’ di SKPD Pemkot Malang, nampaknya ampuh membuat Walikota memutar otak agar bergesernya dinas basah itu, tak bergolak gara-gara tercium datanya. Menurut orang dekat Walikota Malang HM Anton, yang kerap jadi jujugan kepala dinas di lingkungan SKPD itu, beralasan kalau Abah tak sreg dengan hari Jumat Wage untuk momen yang bersejarah.

“Momentum geser dinas penghasil itu, untuk penyegaran dan menumbuhkan semangat kerja yang lebih baik lagi. Perlu hari dan tanggal yang tepat dan berbarokah. Ya resikonya pada bagian umum yang harus repot menunda dan kalau perlu korbankan anggaran mamin. Apa boleh buat yang pasti demi momentum yan baik,” tandasnya.

Lanjutnya, kemunduran mutasi atau bergesernya gerbong di dinas tersebut bisa jadi motivasi positif agar pejabat kedepankan amanah. ”Semua itu titipan Allah semata, harus ikhlas dan istiqomah mendapat amanah di dinas manapun tetap bertujuan untuk memberi pelayanan publik sebaik mungkin,” paparnya berharap.
Dari prakiraan Memo X, pejabat dinas basah yang bakal bergeser adalah Dispenda ke DPUPPB, DPUPPB ke Bapeda, Bapeda ke Dispenda, Dishub ke BP2T, BP2T ke BKD, BKD ke Dishub.

Soal mutasi ini, seperti diungkapkan Walikota Malang beberapa waktu lalu, saat ditanya wartawan. Kata Anton, tak tak ada mutasi, tapi hanya pergeseran saja. “Mutasi atau pergeseran itu, wajar saja dan perlu penyegaran. Harapan kami agar lebih baik lagi mendongkrak pendapatan asli daerah. In shaa Allah untuk tingkatkan pembangunan menuju Kota Malang bermartabat. Jadi wajar saja,” kata HM Anton, Walikota Malang yang juga Ketua DPC PKB Kota Malang itu optimis.(riz)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional